Oleh: sucihida | Maret 27, 2008

Ini-Kah PROFESIKU?

Suatu profesi senantiasa memberikan makna tersendiri bagi pelakunya. Tidak sedikit para pemegang profesi itu tidak/kurang konsekuwen dengan profesi yang telah dipilihnya. Misalnya seorang guru yang telah memilih profesi sebagai guru, namun tidak sanggup menjalankan dan mengerjakan tugas dengan baik sesuai dengan profesi keguruannya. Guru, digugu lan ditiru. Semua sudah tahu dan bisa mengucapkan slogan itu. Tetapi untuk seorang guru yang bisa digugu dan ditiru itulah yang sulit dan tidak semudah membalik telapak tangan.

Kecintaan terhadap profesi hendaknya mulai ditanamkan dalam diri kita. Profesi tidak hanya sebagai sarana untuk mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan hidup kita. Tetapi yang lebih utama adalah mencintai dan menjalani profesi itu sebagai suatu ibadah. Mungkin banyak orang yang berfikir ini terlalu ideal, tetapi jika kita renungkan dengan bijak kecintaan pada profesi inilah yang mampu menjadikan kita dilihat sebagai seorang yang profesional dan kompeten dibidang kita.

Guru dituntut untuk mampu memberikan fasilitas dan pengkondisian siswa yang sesuai dengan kompetensi yang diharapkan. Pemberdayaan siswa secara manusiawi, untuk mau dan mampu berbuat, mengubah pengalaman belajarnya dengan meningkatkan interaksi terhadap lingkungannya termsuk dengan berbagai individu atau kelompok, akan membentuk kepribadian siswa. Dari sini siswa akan mampu memahami kemajemukan dan dapat menimbulkan sikap-sikap positif serta toleran terhadap keragaman dan perbedaan hidup.


Responses

  1. Saya bangga walupun tidak semua rakyat bangsa ini mengakses Web anda!!
    bayangkan jika disetiap sekolah memiliki SDM guru seperti ini yah satu sekolah satu aza, saya rasa bangsa ini akan menemukan solusi untuk pendidikan nasional.
    Banyak Guru yang tidak mengerti dan mendalami jati dirinya!bukannya untuk banyak comment, tapi saya bangga jika guru bisa memahami arti kegagalan bangsa kita!

    Terima kasih udah singgah diblog rintisan ini, mohon maaf memang tidak mudah untuk mengajak apalagi merubah paradigma yang sudah mengakar. Adakalanya kita jadi serba salah karena banyak teman yang mengsalahartikan maksud untuk meluruskan niat. Mudah-mudahan akan banyak yang ikut merubah paradigma lama itu, meskipun kadang terlihat sok ideal dan kontrofersi.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: