Oleh: sucihida | Februari 21, 2008

Kisah-2 (Mengapa pandaiku tak menjamin berhasilku?)

Sesaat kita merasa kasihan dan trenyuh jika ada teman, anak dari teman atau anak dari tetangga yang awalnya disebut anak pandai atau bahkan anak cerdas, tetapi ketika masa tertentu dia mengalami kegagalan dalam perjalanan hidupnya.

Banyak sekali disekitar kita pengalaman pahit ini menjadi semakin membekas pada mereka anak-anak yang dinggap pandai dan cerdas tapi tidak berhasil dan sulit mencari sebuah makna arti pandai dan cerdas itu sendiri.

Inilah pengalaman nyata dari perjalanan ketiga orang temanku yang pandai dan cerdas.

1. Sebut saja dia Si Kutu Buku, itu julukan yang sering diberikan oleh teman-teman sekelasku. Dia masuk ke SMA swasta dengan nilai yang bagus karena pilihan orang tuanya. Seharusnya Dia bisa masuk di SMAN daerah setempat, tapi Dia lebih suka masuk SMA swasta anjuran orang tuanya. Tak heran jika dia selalu rangking 1 dan pernah menyandang sebagai bintang pelajar. Namun angka 8 dan 9 yang ada diraport tidak mampu meloloskan dia untuk masuk PMDK disuatu PTN daerah setempat. Hatinya mulai resah, jauh dalam hatinya dia bertanya dan mengungkapkan padaku ” mengapa kepandaianku dan rangking 1 satu ku tidak berarti?” Kujawab dan mencoba menghiburnya ” Coba ikut UMPTN, saya yakin sampean bisa!”. Tapi ada satu jawaban yang menunjukkan keputus asaanya “MALAS!” saingannya lebih banyak.

2. Sebut saja dia Pendiam yang tekun dalam belajar. Sejak kelas 3 SD rangking 1 dan bintang pelajar tiap catur wulan selalu disandangnya. Ini berjalan selama 3 tahun sampai lulus SD pun dialah peraih DANEM tertinggi yaitu: 45,37 sementara aku hanya sanggup diangka 35,97 dari 5 bidang studi yang diujikan. Sungguh bagai bumi dan langit meskipun aku juga pernah rangking 3 dibawahnya. Tetapi seiring perjalanan kita terpisah saat melanjutkan sekolah ditingkat SLTA. Dia mengambil sekolah farmasi dan aku di SLTA swasta. 3 tahun berlalu suatu hari kita bertemu dan banyak perbincangan yang terjadi. Salah satunya yang kutanyakan. Sekarang kuliah dimana? “Aku gak kuliah karena tidak masuk UMPTN, lalu apa kegiatanmu sekarang? Aku menunggu apotek milik tetangga setelah lulus farmasi. Dia berkata sambil minta dido’akan. ” Mudah-mudahan aku bisa lebih baik dari hari ini karena aku kecewa dengan diriku saat ini”.

3. Yang satu ini adalah cerita tentang sahabatku samasa aku di bangku kuliah fakultas PMIPA jurusan Pend. KIMIA. Dia adalah sosok yang tegas, percaya diri dan cerdas. Dalam 9 semester hanya ada 2 matakuliah dapat nilai C dan 2 matakuliah dapat nilai D. berbeda jauh dariku hampir disetiap hasil studiku ada nilai C dan nilai D. Lulusnya dengan IP yang diatas 3. Dua kali dia coba masukkan surat lamaran ke LBB ternama, tapi sayang hasilnya tidak memuaskan. Waktu berlalu akupun sudah mulai mengajar disuatu lembaga pendidikan. Dia sering curhat dan minta tolong agar mudah diterima saat melamar menjadi seorang guru. Akupun berusaha membantu tapi sayang dia lebih dulu putus asa dan memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dengan satu alasan ” Aku males mikir”.

Seperti itukah akhirnya anak-anak yang dianggap pandai dan cerdas? mengapa anak yang dianggap pandai dan cerdas mudah putus asa? Jika aku dianggap pandai dan cerdas apakah ada jaminan aku akan berhasil? sebaliknya jika aku dianggap bodoh apakah benar hidupku pasti berantakan?

Tidak semua anak yang pandai bisa berhasil dan tidak semua anak yang dianggap bodoh berantakan. Dua hal itu yang perlu sesering mungkin untuk direnungkan kembali baik bagi orang tua atau para pendidik dan pengajar.


Responses

  1. abrangkali karena bintang kelas sering mendapat pujian dan kurang bantingan sehingga stamina mentalnya kurang terasah.

    lebih miris melihat orang yg jatuh dari ketinggian daripada orang yang terpeleset. yang pertama gambaran orang cerdas yang gagal, yang kedua orang yg TIDAK cerdas yang gagal.

  2. Saya sangat setuju sekali dengan usulanya bu suci karena itu membantu anak agar menjadi pandai dalam suatu pelajaran di kelas .

  3. emhh , kecerdasan waktu sekolah memang tidak menjamin segalanya akan sesuai dengan harapan . tapi cerdas kalo tidak punya pengalaman , semangat juang untuk mengembangkan diri juga ngga akan berhasil . Tapi saya rasa itulah keadilan Tuhan dia memberikan kelebihan dan kekurangan pada setiap insan
    saya mau mengundang untuk baca tulisan ini
    mungkin relevan dengan postingan ini
    makasih
    http://realylife.wordpress.com/2008/02/21/ilmu-hati/

  4. mungkin begitu, namun perlu diwaspadai “cerdas dan pandai tak menjamin berhasil, bodoh tak menjamin gagal” perlu disajikan dalam kemasan yang bijak dan tidak menyesatkan anak ataupun orang tua. Bayangkan kalau anak kepikir “ngapain aku belajar, khan tak menjamin aku sukses”

  5. Setuju hanya saat ini kita banyal lupa yang kita anggap penting dan segalanya adalah nilai dan IQ, padahal didunia kerja sendiri IP tinggi tak menjamin sekses seseorang, tapi skill dan kestabilan emosi yang paling dibutuhkan. Oleh sebab itu linkungan dan keluargalah yang menjadi faktor dan teladan bagi anak/ generasi kita

  6. ya … itula ketika seseorang memandang dan memaknai kecerdasan terbatas pada pengertian yang ‘swallow’ mereka banyak memaknai kecerdasan itu adalah kemampuan seorang anak yang an sich pada kemampuan menempuh materi belajar fisik yang di hadapi tetapi kemampuan kecerdasan yang emotional di kesampingkan, so i ever heard from my friend who one be succes not only from school but how they can study from their live. we called make understanding from envirountment to make better for our live and our skill. By the way can u tell me more about your profesi? Are u Theacher? so what subject did u teach? please answer my question and then write ur comment at your blog, let me read because i dont have blog raight?

  7. makasih udah masuk dan kasih komentar di blog ku. Ya, saya seorang guru kebetulan ngajar sains Alam (IPA). tapi juga semua pelajaran pelajaran yang terintegrasi dengan agama Islam. Pengalaman hidup itu memeng lebih berarti dari sekedar kecerdasan atau kejeniusan otak.

  8. Assalamu’alaikum Wr.Wb.

    Saya mencoba memberikan komentar ttg kisah2 perjalanan hidup seseorang baik saudara, tetangga, sahabat,teman&kerabat, kalau kita memperhatikan perjalanan memang dia anak yang pendiam, pintar dan IQ di atas rata-rata, orangnya juga dalam masyarakat sangat sosial, aktivitas keagamaan juga tinggi tetapi kenapa perjalanan hidup gagal artinya dalam mencari pekerjaannya gagal/susah. Kalau kita memperhatikan kisah ini berarti ada sesuatu yang salah dan kita harus memperbaiki dan segera kita mahas diri atau muhassabah dalam masalah ini. karena ini merupakan cobaan dari Allah SWT, tidak boleh seorang yang mengaku beriman putus asah, kecewa yang mengakibatkan seseorang menjadi frustasi sifat ini Allah sangat tidak suka. Oleh karena itu, dalam Al qur’an dijelaskan bahwa kita harus banyak bersabar, ikhtihar, berdoa/tawakal kepada Allah SWT. dan sebagian malam bangun dan bertahajud kepada Allah SWT.
    Teman…. ini sekedar perbagi pengalaman mudah-mudahan kisah perjalanan hidup mengugah hati kita menjadi orang2 hidup lebih hati-hati.
    Wassalam.

  9. Terima Kasih, mudah- mudahan apa yang pernah kita risaukan menjadi bahan renungan dan bukan keputus asaan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: