Kebijakan dan kebajikan adalah dua hal yang sangat berbeda, meskipun kata tersebut hampir sama. Kebijakan yang salah bisa menimbulkan banyak masalah. Tetapi kebijakan yang diambil secara benar, baik dan arif tentu bisa menjadi suatu kebajikan.
Di masa resesi seperti saat ini, banyak teman menjadi lawan dan orang lain menjadi saudara. Semua tergantung dari diri kita dan pandangan orang lain terhadap kita. Orang yang berdedikasi dan memiliki loyalitas tinggi sudah semakin sulit dicari. Karena memang banyak pilihan dan kita harus berani memilih. Sebuah pilihan dan keputusan yang menjadi suatu kebijakan pasti ada konsekwensinya. Menentukan sebuah kebijakan tidaklah mudah. Setiap kebijakan ada yang menimbulkan kebajikan ada juga yang menjadi bumerang.
Menurut Harrun Arrasyid Orang yang bijak itu adalah orang yang mau dan bisa memahami problema/ permasalah orang lain. Yang sering kita jumpai sebaliknya banyak orang menginginkan agar orang-orang kepercayaannya/ dekatnya tahu dan mau ikut menyelesaikan masalah yang dihadapi.
Mudah-mudahan kita senantiasa terhindar dari kefasikan dan dibukakan hati untuk senantiasa berbuat kebajikan. Amin…





”Tidak pernah ada yang mengalahkan kekuatan cinta yang dalam dan tulus. Cinta yang mendalammenerbakan energi positif yang tidak hanya mengubah hidup seseorang, tetapi menerangi kehidupan orang banyak!!!
Oleh: alsa 5b on Desember 23, 2008
at 10:55 am
Wah…. kejuatan buat bu Suci ya Mbak Alsa. Trim’s banget ya? mudah-mudahan kita bisa mencintai dengan tulus
Oleh: Anonim on Desember 24, 2008
at 1:32 pm
Cinta…, banyak orang mencintai karna banyak maunya. Namun banyak orang menelantarkan cinta karena mereka sudah tidak mempercainya. Sejatinya Cinta ada pada Cinta sejati.
Oleh: suci hidayati on Desember 24, 2008
at 2:00 pm
SUCI benar , seorang bijak selalu mempertimbangkan efek atas kebijakannya.
KOnsekuen adalah yang pertama sebagai syarat seorang pembuat kebijakan.
Dan Hasil dari kebijakan hendaklah selelu bermanfaat bagi penerima kebijakan………..
Oleh: misba on Desember 26, 2008
at 9:39 pm
Terkadang kita mengharapkan orang lain memahami apa yang kita lakukan, tapi kita sendiri tidak mau memahami apa yang orang lain lakukan.
Kepercayaan yang diberikan orang lain pada kita tentunya setelah melihat kinerja, dedikasi dan loyalitas kita. Jangan sampai kita mensia-siakan kepercayaan yang sudah diamanhkan pada kita. Rejeki itu pasti akan datang….sudah ada yang mengaturnya…….oke???
Ya… benar makanya bijaksana itu sulit karena mau tidak mau kita harus mau memahami orang lain terlebih dulu. Kinerja, dedikasi dan loyalitas akan bertahan baik jika ada kebijakan-kebijakan yang bijaksana. Jika tidak sejalan maka kinerja, dedikasi dan loyalitas tiada padanannya. Rejeki memang ditangan Tuhan tapi manusia harus berusaha untuk meraihnya, karena manusia yang hanya menunggu sesuatu itu adalah orang yang pasrah dan tidak memiliki semangat dalam bekerja
Oleh: bunda on Desember 31, 2008
at 6:41 am
ternyata dedikasi, loyalitas dan kinerja itu diukur dari apakah kebijakan itu menguntungkan kita atau tidak ya? bisa memberikan kita manfaat atau tidak ya? sudah jelas sekarang kepentingan diri harus diutamakan, setelah itu baru orang lain. ok?
Oleh: Anonim on Januari 2, 2009
at 1:19 pm
Tergantung dari sisi mana kita melihat. Siapa yang menjadi acuan dan pembuat kebijakan tersebut. Masalahnya banyak kebijakan yang saat ini ada dan diambil karena tidak didasari kebijaksanaan. Memang rumit karena kata bijak sendiri sulit dijalani, apalagi jika dihubungkan dengan suatu”kepentingan” pasti tidak ada yang bisa dengan mudah “legowo” mau mengakui sebuah kebijakan itu benar/salah. Jangankan mengakui dikoreksi saja “ogah”. Aku jadi ingat kalimat ” adil dan bijaksana”. Orang yang adil belum tentu bijaksana, tapi orang yang bijaksana tentu mampu berbuat adil. Adil terhadap dirinya, lingkungan dan sesama. Mungkin ini hanya sehelai permasalan yang terjadi, namun oramg yang bijaksana tentu akan mampu mengambil sebuah kebijakan yang bijaksana pula.
Mudah-mudahan kita terhindar dari kesombongan dan kemunafikan. Amin………
Oleh: suci on Januari 3, 2009
at 8:00 am
berbuat kebajikan adalah sebuah kebijakan… bener ga ya?!
boleh juga, sebuah kebajikan salah satu bentuk pilihan kebijakan
Oleh: Itmam Aulia on Januari 3, 2009
at 10:15 pm
amiin…
kalau kebaikan sama ga sama kebajikan?
baik adalah bendanya (perbuatannya), bijak adalah sifatnya. Itu menurut saya, yang belum tentu sama dengan pendapat orang lain
Oleh: wyd on Januari 14, 2009
at 8:11 pm