<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Kisah-2 (Mengapa pandaiku tak menjamin berhasilku?)</title>
	<atom:link href="http://sucihida.wordpress.com/2008/02/21/kisah-2-mengapa-pandaiku-tak-menjamin-berhasilku/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sucihida.wordpress.com/2008/02/21/kisah-2-mengapa-pandaiku-tak-menjamin-berhasilku/</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 02 May 2009 09:34:34 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Anonim</title>
		<link>http://sucihida.wordpress.com/2008/02/21/kisah-2-mengapa-pandaiku-tak-menjamin-berhasilku/#comment-148</link>
		<dc:creator>Anonim</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 08:48:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sucihida.wordpress.com/?p=74#comment-148</guid>
		<description>Terima Kasih, mudah- mudahan apa yang pernah kita risaukan menjadi bahan renungan dan bukan keputus asaan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima Kasih, mudah- mudahan apa yang pernah kita risaukan menjadi bahan renungan dan bukan keputus asaan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Syuhada Ishak Abilio Gomes</title>
		<link>http://sucihida.wordpress.com/2008/02/21/kisah-2-mengapa-pandaiku-tak-menjamin-berhasilku/#comment-147</link>
		<dc:creator>Syuhada Ishak Abilio Gomes</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2009 00:15:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sucihida.wordpress.com/?p=74#comment-147</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum Wr.Wb.

Saya mencoba memberikan komentar ttg kisah2 perjalanan hidup seseorang baik saudara, tetangga, sahabat,teman&amp;kerabat, kalau kita memperhatikan perjalanan memang dia anak yang pendiam, pintar dan IQ di atas rata-rata, orangnya juga dalam masyarakat sangat sosial, aktivitas keagamaan juga tinggi tetapi kenapa perjalanan hidup gagal artinya dalam mencari pekerjaannya gagal/susah. Kalau kita memperhatikan kisah ini berarti ada sesuatu yang salah dan kita harus memperbaiki dan segera kita mahas diri atau muhassabah dalam masalah ini. karena ini merupakan cobaan dari Allah SWT, tidak boleh seorang yang mengaku beriman putus asah, kecewa yang mengakibatkan seseorang menjadi frustasi sifat ini Allah sangat tidak suka. Oleh karena itu, dalam Al qur&#039;an dijelaskan bahwa kita harus banyak bersabar, ikhtihar, berdoa/tawakal kepada Allah SWT. dan sebagian malam bangun dan bertahajud kepada Allah SWT. 
Teman.... ini sekedar perbagi pengalaman mudah-mudahan kisah perjalanan hidup mengugah hati kita menjadi orang2 hidup lebih hati-hati.
Wassalam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum Wr.Wb.</p>
<p>Saya mencoba memberikan komentar ttg kisah2 perjalanan hidup seseorang baik saudara, tetangga, sahabat,teman&amp;kerabat, kalau kita memperhatikan perjalanan memang dia anak yang pendiam, pintar dan IQ di atas rata-rata, orangnya juga dalam masyarakat sangat sosial, aktivitas keagamaan juga tinggi tetapi kenapa perjalanan hidup gagal artinya dalam mencari pekerjaannya gagal/susah. Kalau kita memperhatikan kisah ini berarti ada sesuatu yang salah dan kita harus memperbaiki dan segera kita mahas diri atau muhassabah dalam masalah ini. karena ini merupakan cobaan dari Allah SWT, tidak boleh seorang yang mengaku beriman putus asah, kecewa yang mengakibatkan seseorang menjadi frustasi sifat ini Allah sangat tidak suka. Oleh karena itu, dalam Al qur&#8217;an dijelaskan bahwa kita harus banyak bersabar, ikhtihar, berdoa/tawakal kepada Allah SWT. dan sebagian malam bangun dan bertahajud kepada Allah SWT.<br />
Teman&#8230;. ini sekedar perbagi pengalaman mudah-mudahan kisah perjalanan hidup mengugah hati kita menjadi orang2 hidup lebih hati-hati.<br />
Wassalam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Suci hidayati</title>
		<link>http://sucihida.wordpress.com/2008/02/21/kisah-2-mengapa-pandaiku-tak-menjamin-berhasilku/#comment-90</link>
		<dc:creator>Suci hidayati</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 05:09:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sucihida.wordpress.com/?p=74#comment-90</guid>
		<description>makasih udah masuk dan kasih komentar di blog ku. Ya, saya seorang guru kebetulan ngajar sains Alam (IPA). tapi juga semua pelajaran pelajaran yang terintegrasi dengan agama Islam. Pengalaman hidup itu memeng lebih berarti dari sekedar kecerdasan atau kejeniusan otak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>makasih udah masuk dan kasih komentar di blog ku. Ya, saya seorang guru kebetulan ngajar sains Alam (IPA). tapi juga semua pelajaran pelajaran yang terintegrasi dengan agama Islam. Pengalaman hidup itu memeng lebih berarti dari sekedar kecerdasan atau kejeniusan otak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Abdullah</title>
		<link>http://sucihida.wordpress.com/2008/02/21/kisah-2-mengapa-pandaiku-tak-menjamin-berhasilku/#comment-89</link>
		<dc:creator>Abdullah</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 23:41:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sucihida.wordpress.com/?p=74#comment-89</guid>
		<description>ya ... itula ketika seseorang memandang dan memaknai kecerdasan terbatas pada pengertian yang &#039;swallow&#039; mereka banyak memaknai kecerdasan itu adalah kemampuan seorang anak yang an sich pada kemampuan menempuh materi belajar fisik yang di hadapi tetapi kemampuan kecerdasan yang emotional di kesampingkan, so i ever heard from my friend who one be succes not only from school but how they can study from their live. we called make understanding from envirountment to make better for our live and our skill. By the way can u tell me more about your profesi? Are u Theacher? so what subject did u teach? please answer my question and then write ur comment at your blog, let me read because i dont have blog raight?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ya &#8230; itula ketika seseorang memandang dan memaknai kecerdasan terbatas pada pengertian yang &#8217;swallow&#8217; mereka banyak memaknai kecerdasan itu adalah kemampuan seorang anak yang an sich pada kemampuan menempuh materi belajar fisik yang di hadapi tetapi kemampuan kecerdasan yang emotional di kesampingkan, so i ever heard from my friend who one be succes not only from school but how they can study from their live. we called make understanding from envirountment to make better for our live and our skill. By the way can u tell me more about your profesi? Are u Theacher? so what subject did u teach? please answer my question and then write ur comment at your blog, let me read because i dont have blog raight?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Anonim</title>
		<link>http://sucihida.wordpress.com/2008/02/21/kisah-2-mengapa-pandaiku-tak-menjamin-berhasilku/#comment-80</link>
		<dc:creator>Anonim</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 09:19:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sucihida.wordpress.com/?p=74#comment-80</guid>
		<description>Setuju hanya saat ini kita banyal lupa yang kita anggap penting dan segalanya adalah nilai dan IQ, padahal didunia kerja sendiri IP tinggi tak menjamin sekses seseorang, tapi skill dan kestabilan emosi yang paling dibutuhkan. Oleh sebab itu linkungan dan keluargalah yang menjadi faktor dan teladan bagi anak/ generasi kita</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setuju hanya saat ini kita banyal lupa yang kita anggap penting dan segalanya adalah nilai dan IQ, padahal didunia kerja sendiri IP tinggi tak menjamin sekses seseorang, tapi skill dan kestabilan emosi yang paling dibutuhkan. Oleh sebab itu linkungan dan keluargalah yang menjadi faktor dan teladan bagi anak/ generasi kita</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
