Posted by: sucihida | Maret 27, 2008
Suatu profesi senantiasa memberikan makna tersendiri bagi pelakunya. Tidak sedikit para pemegang profesi itu tidak/kurang konsekuwen dengan profesi yang telah dipilihnya. Misalnya seorang guru yang telah memilih profesi sebagai guru, namun tidak sanggup menjalankan dan mengerjakan tugas dengan baik sesuai dengan profesi keguruannya. Guru, digugu lan ditiru. Semua sudah tahu dan bisa mengucapkan slogan itu. Tetapi untuk seorang guru yang bisa digugu dan ditiru itulah yang sulit dan tidak semudah membalik telapak tangan. Baca Lanjutannya…
Tags: Guru, guru yang kompeten, mencintai profesi, profesi, profesinalisme guru
Posted by: sucihida | Maret 25, 2008
Setelah liburan panjang, aku baru berkunjung disekolah yang satu ini.
Ada perubahan yang sangat mendasar dalam ruang dan sistem menagemennya.
Kini para tenaga pengajar bisa banyak menggali informasi dan mudah-mudahan tidak gaptek. Baca Lanjutannya…
Tags: blog, dunia maya, GAPTEK, internet, kualitas guru, MTS-KU
Posted by: sucihida | Februari 21, 2008
Sesaat kita merasa kasihan dan trenyuh jika ada teman, anak dari teman atau anak dari tetangga yang awalnya disebut anak pandai atau bahkan anak cerdas, tetapi ketika masa tertentu dia mengalami kegagalan dalam perjalanan hidupnya.
Banyak sekali disekitar kita pengalaman pahit ini menjadi semakin membekas pada mereka anak-anak yang dinggap pandai dan cerdas tapi tidak berhasil dan sulit mencari sebuah makna arti pandai dan cerdas itu sendiri.
Inilah pengalaman nyata dari perjalanan ketiga orang temanku yang pandai dan cerdas. Baca Lanjutannya…
Tags: anak cerdas, anak pandai, bodoh, kisah, mudah putus asa, orientasi nilai, pandai, rasa optimis
Posted by: sucihida | Februari 19, 2008
Oleh: Suci Hidayati, S.Pd
Bagaimana nilai hasil ujian mu? berapa hasil nilai tes IQ anak anda? Pertanyaa itu masih sering kita dengar atau jumpai pada sebagaian orang tua atau para guru. Namun nilai IQ yang bukan satu-satunya elemen penting sebagai penentu keberhasilan anak dalam belajar, masih seringkali ditanggapi negatif oleh para orang tua dan guru. Meskipun banyak teori dan pakar yang menyampaikan bahwa nilai IQ bukan segalanya, sepertinya masih banyak para orang tua dan guru yang bersih kukuh dengan pandangannya bahwa nilai IQ adalah elemen yang mendasar atau penentu keberhasilan sang anak. Baca Lanjutannya…
Tags: bakat anak, EQ, ESQ, intelgensi, IQ, kecerdasan, kreativitas anak, perbedaan IQ dan intelgensi
Posted by: sucihida | Februari 15, 2008
Semua manusia sebenarnya memiliki Nur Allah didalam dirinya. Hanya saja kesalahan dalam sitem pendidika, sosial, budaya dan lingkungan telah menciptakan hijab-hijab yang menutupi cahaya ketuhanan tersebut. Pendidikan harusnya berperan mencabut hijab-hijab yang mengotori hati tersebut.
Sering kali kita mendengar seorang guru atau orang tua yang mengecap seorang anak bodoh. Perkataan itu mudah terucap semudah membalik telapak tangan. Mengapa Si Bodoh seringkali dibenci dan dikucilkan oleh lingkungan? Siapa sebenarnya yang mereka anggap bodoh itu? tepatkah julukan itu tertuju pada mereka? Baca Lanjutannya…
Tags: anak bodoh, bimbingan anak, Mengapa dikatakan bodoh, pendekatan personal, pendidikan, Si bodoh